Flashback
“Nadine, aku bakalan kuliah di Aussie.”
Begitulah bunyi sebuah pesan yang tertera di layar ponsel Nadine. Nadine hanya melirik ponselnya sekilas, tak berniat untuk membalas pesan itu.
“And I think we should stop here. Sorry, I'm really sorry.”
Nadine tersenyum pahit melihat pesan yangkembali diterimanya. Ia meraih ponselkepunyaannya dan membuka ruang obrolan tempat pesan itu berada. Jemarinya pun mulai bergerak memencet satu persatu huruf hingga membentuk kata demi kata.
“Stop what? We didn't even start anything, Raf. Congratulations! Aku tau ini mimpi kamu dari dulu. I'm happy for you.”
Nadine menghela napasnya kasar. Memang benar apa yang baru saja ia tuliskan disana, mereka bahkan belum memulai apa-apa.
“We can still be friend, right?”
Lagi-lagi Nadine tersenyum pahit melihat pesan baru yang tertera di layar ponselnya.
“Of course.”