Gara-gara Part Time

Kini mereka telah berkumpul di ruang tengah. Suasana canggung menyelimuti mereka. Ketujuh pemuda itu sama-sama menudukkan kepalanya.

“Tegang amat kaya mau diospek”, ucap Winwin yang membuat semuanya mengangkat kepalanya.

Jaehyun terkekeh, “Gausah takut gitu. Kan udah gue bilang kita mau ngobrol doang”, ucapnya.

“Jadi sejak kapan kalian part time?”, tanya Jaehyun kepada adik-adiknya.

Yang tertua diantara ketujuhnya pun membuka suara. “Sekitar lima hari yang lalu sih, Mas. Baru aja kok, suwer deh”, jawabnya sambil mengangkat jarinya yang membentuk simbol peace.

Jaehyun dan Winwin sama-sama mengangguk pelan. “Baru sebentar sih ya”, ucap Winwin.

Jaehyun kembali bertanya, “Dapet ide dari mana coba part time kaya gini?”

“Awalnya iseng scroll sosmed, terus nemu cafe baru dan kebetulan ownernya keluarga temen sekelas gue mas”, tutur Chenle.

“Terus tiba-tiba kepikiran aja. Kita coba aja kali ya? Eh ternyata pada mau”, lanjutnya.

“Sebenernya kita juga agak khawatir mas sama kasus ini. Agak ngeri juga kalo mas taeil, mas jo, mas taeyong, sama mas yuta terbukti bersalah”, tambah Haechan.

“Ntar kalo tiba-tiba kita diusir dari rumah gimana? Makanya ini kita prepare dulu cari kerjaan part time”, lanjutnya.

Jaehyun melempar bantal di sebelahnya dan tepat mengenai muka Haechan. “Mulut lo ya, Chan”

“Ya tapi kan bener.. “, ucap Jisung.

Winwin pun kembali membuka suaranya. “Yaudah. Tapi kalian udah tau kan kata Mas Doyoung tadi, disuruh berhenti”

Ketujuhnya mengangguk.

“Digenapin sekalian seminggu boleh ga, Mas? Nanggung kalo lima hari doang, lagian besok juga weekend”, ucap Jeno bernegosiasi.

“Lah nawar nih anak”, ucap Jaehyun sambil terkekeh.

“Ini kalo misal ada Mas Johnny sama Mas Taeyong, bisa habis kalian”, timpal Winwin.

“Lah kalo ada mereka ya kita gabakalan part time lah, hahahaha”, tawa Haechan.

Mereka semua tertawa. Tak lama kemudian, terdengar suara teriakan yang berasal dari pintu depan.

“SIAPA MAU NASI PADANG???”, teriak Hendery yang sedang berjalan memasuki ruang tengah sambil menenteng beberapa kantong kresek di tangannya.

Haechan langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Hendery. “Mau dong, Mas. Satu”

Belum sampai Haechan mengambil salah satu kantong kresek di tangan Hendery, benda itu sudah diambil oleh Yangyang dan berlanjut dibawa lari olehnya. Di belakangnya terlihat Sungchan dan Shotaro mengejarnya.

“Ini semua punya gue!”, teriak Yangyang sambil mengangkat kantong kresek di tangan kanannya.

“Bagi anjir, gaboleh maruk”, ucap Sungchan.

“Yangyang, yakali itu mau lo makan semua”, timpal Shotaro.

Yangyang terlihat tidak peduli dan malah menjulurkan lidahnya kepada kedua saudaranya itu. Kemudian berlanjutlah aksi kejar mengejar di dalam rumah mereka.

Caca yang sedari tadi berdiri di tangga hanya menggeleng heran karena melihat tingkah abnormal kakak-kakaknya itu.