I Know You Know I Love You

Sudah dua jam berlalu sejak Hanan mengusili Nadine dengan mengatakan bensinnya habis tadi. Mereka benar-benar melakukan night drive, sesuai dengan ajakan Hanan. Tak banyak yang mereka lakukan. Hanya duduk di dalam mobil, menelusuri jalanan kota sambil mendengarkan playlist mereka.

Mungkin sesekali mereka berbincang. Membahas hal-hal random yang mereka temui di jalanan. Seperti kenapa penjual nasi goreng memilih berjualan dengan mendorong gerobak, saling membayangkan kehidupan di bulan, hingga Hanan yang bercerita tentang kucing tetangganya yang baru saja beranak. Ya, memang serandom itu mereka berdua.

Hanan melepaskan tangan kirinya dari stir mobil. Kemudian ia menggunakannya untuk mengganti musik yang akan diputar di dalam mobil mereka.

“I Know You Know I Love You – Sunset Rollercoaster”

Watch the sky, you know I Like a star shining in your eyes

Hanan mengetukkan jemarinya dengan stir mobil sembari menatap jalanan di depannya. Lagu ini mungkin bisa dibilang cukup menggambarkan perasaannya kepada Nadine.

Sometimes I wonder why Just wanna hold your hand and walk with you side by side

Sampai di lampu merah, Hanan melepaskan kedua tangannya. Memindahkan tangan kirinya untuk meraih tangan kanan Nadine dan menggenggamnya. Nadine hanya bisa diam untuk menutupi rasa gugupnya.

I know you know, i love you baby I know you know, i love you baby

Hanan mulai mengikuti irama lagu yang ia putar. Kepalanya bergerak mengangguk mengikuti ketukan. Masih dengan tangan Nadine yang berada di genggamannya, ia membuka mulutnya untuk ikut bernyanyi bersama dengan lagu yang ia putar.

“Just wanted you to know I love, i love you, i love you, i love you..”

Ibu jarinya mengusap punggung tangan Nadine. Ia menyanyikan lirik yang baru saja ia nyanyikan sambil menatap Nadine dengan tulus. Tak lupa dengan senyum manisnya.

Nadine yang diperlakukan manis seperti itu pun tersipu. Ia membuang mukanya ke arah luar mobil, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu sekaligus gugup. Dan melepaskan tangan kanannya yang beberapa saat lalu digenggam oleh Hanan.

“Nan, udah ijo.”

Hanan terkekeh. Ia terlalu larut ke dalam lagu dan sibuk memandangi gadis di sampingnya hingga lupa keberadaan mereka yang masih berada di lampu merah.

Nadine masih mencoba menetralkan detak jantungnya. Karena lagi dan lagi, Hanan secara tidak langsung mengungkapkan perasaan kepadanya.