News
Suasana rumah yang cukup besar itu kali ini cukup tenang. Mereka berkumpul di ruang tengah. Tidak ada obrolan di antara mereka, hanya terdengar suara yang berasal dari game yang dimainkan Jeno, Chenle, dan Haechan. Atau suara musik yang berasal dari handphone Shotaro, dan sesekali terdengar suara keyboard sedang mengetik sebuah pesan.
Mereka sibuk melakukan kegiatan mereka masing-masing. Xiaojun yang baru saja datang pun hanya menggeleng heran melihat mereka.
“Ngobrol kek, diem-diem aja lu pada”, ucap Xiaojun memecah keheningan.
“Dih, lama amat. Di kamar ngapain aja lo mas? “, tanya Yangyang.
“Rebahan doang”
“Heng, geser dong”, pinta Xiaojun kepada Hendery untuk menggeser posisi duduknya.
Melihat mereka tetap sibuk dengan ponsel masing-masing, Xiaojun memutuskan untuk menyalakan televisi. Ia meraih remot dan memencet tombol power. Merasa kurang cocok dengan acara yang ditampilkan, ia pun terus-terusan mengganti channel yang ditampilkan.
Sampai pada sebuah channel yang sedang menayangkan acara berita harian. Ia tidak menggantinya, malah memperbesar volumenya.
Mereka semua pun mengalihkan perhatian ke acara televisi tersebut. Semuanya diam, tidak ada yang membuka suara.
Terkejut? Iya, pasti. Namun mereka tidak mampu untuk mengatakan apapun. Mereka hanya bisa saling memandangi satu sama lain dengan tatapan yang sulit untuk dijelaskan maknanya.