Pulang Bareng

Sore itu, setelah menyelesaikan hukumannya, Tala berjalan melewati salah satu koridor sekolah. Terlihat sebuah ruangan kecil yang tampak dari luar, karena pintunya terbuka. Tala yang penasaran pun mendekat ke arah ruangan tersebut dan melihatnya.

Di dalamnya terlihat seorang pria memakai hoodie berwarna cokelat sambil memegang kamera. Dia Marka, seorang kakak kelas yang ketampanannya dikagumi seantero siswi sekolahnya.

Entah apa yang dilakukan marka di sana. Tala masih memperhatikan sambil membatin, memuji ketampanannya.

“Buset ganteng banget. manusia bukan sih?”

“Gila ini mah. Ga nyesel gue habis dihukum Bu Arin”

Begitu kira-kira suara batin Tala.


Tiba-tiba Marka sadar ada seseorang yang memperhatikannya. Ia melihat ke arah Tala, tersenyum lalu berjalan ke arahnya.

“Hai”, sapa Marka.

“Halo kak”

“Gue Marka, 12 MIPA 3. Lo yang baru pindah tahun ajaran baru kemarin kan?”, ucap Marka memperkenalkan diri.

“Iya kak. Aku Tala, 11 MIPA 4”

“Eh lo bawa charger ga? Atau powerbank gitu?”, tanya Marka.

“Aku bawa powerbank Kak. Ini”, jawab Tala sambil menyerahkan sebuah benda kotak yang barusan ia keluarkan dari tasnya.

“Gue pinjem dulu ya?”

Tala menganggukan kepalanya.

“Btw ngapain jam segini masih di sini? Ga pulang?”

“Ini mau pulang kok kak. Tadi ada urusan sebentar”

“Naik apa? Mau bareng?”

Tala terkejut. Ia berusaha menyembunyikan ekspresi kagetnya. Mimpi apa dia semalam, hari ini diajak Marka pulang bersama.

“Enggak kak, gausah. Aku bisa naik ojek kok”, jawab Tala.

“Udah gapapa, ayo. Lo kan udah nolongin gue minjemin powerbank, jadi anggep aja gantian”, final Marka sambil berjalan menuju tempat parkir motornya.

Sedangkan Tala hanya pasrah dan berjalan mengekor di belakangnya.