Tragedy
Entah apa yang Caca pikirkan tadi, hingga kini ia berada di sebuah jalan raya yang ramai dengan kendaraan lain yang melintasinya. Ia memang tidak cukup mahir dalam mengendarai sepeda motor. Namun, ia telah nekat dan berakhir seperti sekarang.
Tatapannya kosong, pikirannya berantakan. Ia mati-matian menahan tangis yang kini kemudian pecah. Ia bingung, kaget, kecewa. Ah, entahlah, terlalu sulit mendeskripsikan perasaannya sekarang.
Mungkin sekarang keluarganya telah berantakan. Entah bagaimana kehidupan mereka akan berlanjut. Apakah semuanya akan tetap baik baik saja?
Caca kalut, ia melajukan motor vespa warna merah milik Hendery itu dengan kecepatan tinggi. Tak peduli dengan puluhan pesan dan panggilan telepon yang berasal dari saudara-saudara. Bahkan, ia tidak peduli saat lampu traffic merubah warnanya menjadi merah.
Hingga tanpa ia sadari, sebuah mobil melaju ke arahnya dengan kecepatan tinggi dari sebelah kanan. Tak butuh waktu lama, mobil tersebut berhasil menghantamnya.
Hantaman yang terjadi sangat keras, hingga ia terlempar beberapa meter dari sana. Sekujur tubuhnya seperti mati rasa. Ia sudah tidak sanggup membuka matanya, hingga tiba-tiba semuanya berubah menjadi gelap.
Dan kini, ia berakhir terbaring lemah tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit, dengan status koma.